03/10/2026
Dalam TCM, ASI dipercaya sebagai hasil dari perubahan Darah oleh Qi di dalam tubuh ibu.
Karena itu, masalah menyusui yang sering dialami ibu dapat berkaitan dengan stagnasi Qi dan ketidakseimbangan tubuh. Berbagai faktor, mulai dari kelelahan pasca melahirkan hingga perubahan emosi, dapat memengaruhi keseimbangan tersebut.
Dalam TCM, melahirkan merupakan peristiwa besar dalam hidup seorang perempuan. Proses ini dapat menguras banyak energi tubuh ibu, mulai dari Qi, Darah, hingga Jing.
Energi yang terkuras tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh ibu yang kemudian berpengaruh terhadap jumlah ASI yang diproduksi.
TCM percaya bahwa ASI merupakan hasil dari Darah yang diolah oleh Qi. Ketika pasokan Darah banyak terkuras selama persalinan, produksi ASI pun dapat menurun.
Apalagi jika ditambah dengan kurangnya istirahat dan asupan nutrisi yang tepat. Tubuh ibu bisa kekurangan energi yang dibutuhkan untuk mendukung produksi ASI.
Masa pasca melahirkan merupakan masa yang berat, baik secara fisik maupun emosional bagi seorang ibu.
Perubahan kondisi dan tuntutan baru setelah melahirkan sering kali membuat ibu merasa stres, marah, atau frustrasi. Dalam TCM, emosi seperti ini dipercaya dapat menyebabkan hambatan pada aliran Qi di Hati.
Dalam perspektif TCM, Hati berperan dalam menjaga kelancaran aliran Qi, termasuk mendukung fungsi puting dan aliran ASI.
Ketika Qi mengalami stagnasi, aliran ASI pun dapat ikut terganggu.
Mastitis cukup sering dialami oleh ibu menyusui. Peradangan pada payudara ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor:
1. Infeksi bakteri
Saat menyusui, risiko puting mengalami luka atau tergigit cukup mungkin terjadi. Kondisi ini dapat menjadi jalan masuk bakteri seperti Staphylococcus dan Streptococcus agalactiae yang kemudian dapat menyebabkan infeksi dan peradangan pada payudara.
2. Saluran ASI tersumbat
Pelekatan bayi yang kurang tepat saat menyusui dapat membuat pengosongan payudara menjadi tidak optimal. Akiba