05/10/2026
Sebagai tulang punggung ketahanan kesehatan nasional, Kimia Farma terus memperkuat kapabilitas manufaktur dan memperluas akses terhadap inovasi kesehatan berstandar internasional. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui keberhasilan Kimia Farma meraih kepercayaan internasional dengan menandatangani kesepakatan sublisensi (lisensi turunan) bersama Medicines Patent Pool (MPP) untuk mengembangkan dan memproduksi versi generik Baloxavir marboxil, obat antivirus inovatif untuk pengobatan influenza yang dikembangkan oleh Roche.
Pengumuman mengenai sublisensi tersebut disampaikan oleh MPP pada 25 September 2026 melalui kanal resminya, dalam pelaksanaan United Nations General Assembly (UNGA) di New York. Pada acara tersebut para pemimpin dunia berkumpul untuk membahas pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi.
Melalui voluntary licence ini, Kimia Farma menjadi satu-satunya produsen dari Indonesia yang terpilih di antara 11 perusahaan manufaktur di seluruh dunia. Kimia Farma bergabung dengan jajaran produsen unggulan regional dan global lainnya dari negaranegara seperti Brasil, Tiongkok, India, Malaysia, Nigeria, Uganda, Ukraina, dan Vietnam.
Memperkuat Kapabilitas dan Alih Teknologi Pemberian sublisensi ini memberikan akses penuh bagi Kimia Farma terhadap technical data package, produk referensi untuk studi bioekivalensi, serta dukungan teknis lainnya guna mempercepat proses pengembangan, registrasi, dan kelulusan regulasi di dalam negeri.
Langkah ini membuktikan bahwa kapabilitas manufaktur, standar kualitas, serta sistem regulasi Kimia Farma telah diakui dan memenuhi kualifikasi standar internasional yang ketat.