30/09/2026
Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur’an:
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)
Seorang hamba mungkin berpikir, “Mengapa saya dihalangi mendapatkan sesuatu ini, padahal hal ini halal dan Allah mudah untuk memberikannya kepadaku?” Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketika menutup satu pintu, akan membuka pintu lain yang lebih baik dan lebih bermanfaat, mungkin dari arah yang tidak disangka. Ini adalah kebaikan yang Allah berikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala Al-Latif (Maha Halus), yang termasuk di antara maknanya adalah Dia memberikan kebaikan untuk kita dari jalan yang halus yang tidak kita sangka bahwa itu mendatangkan kebaikan. Sehingga jalur yang buruk tadi Allah tutup dan membukakan jalur lain yang lebih baik, agar kita mendapatkan kebaikan tersebut dan terhindar dari keburukan.
Keistimewaan ini hanya didapatkan oleh orang-orang yang beriman. Hanya mereka yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perlakukan dengan istimewa. Allah selalu memberikan ganti yang lebih baik bagi hamba-Nya yang beriman. Sesungguhnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menahan hamba-Nya yang beriman dari sesuatu yang rendah dan hina serta tidak meridhai mereka mengutamakan dunia dan mengikuti hawa nafsu. Karena Allah hendak memberikan bagian yang tinggi dan berharga bagi mereka.